Menu

Mode Gelap
Erick Thohir Menyatakan Stadion Kanjuruhan Tetap Akan Direnovasi OTT KPK: Aksi Tegas dalam Pemberantasan Korupsi di Jakarta dan Bekasi Kesuksesan Film Barbie: Sutradara Perempuan dan Prestasi Box Office Menggelegar! Gedung K-Link Tower Dilalap Api, Sumbernya dari Restoran yang Membakar Videotron Inovasi Nikuba: Kisah Pertemuan dengan BRIN dan Tawaran Kolaborasi

Berita WIB

Huawei Hadirkan Ponsel 5G dengan Chip Domestik untuk Atasi Larangan AS


Huawei Kembali Hadirkan Ponsel 5G dengan Chip Domestik untuk Atasi Larangan AS Perbesar

Huawei Kembali Hadirkan Ponsel 5G dengan Chip Domestik untuk Atasi Larangan AS

RiliDigital.com – Kabar terbaru tentang Huawei hadirkan ponsel 5G yang kembali ke pasar ponsel semakin ramai dan menarik perhatian.

Seperti yang kita ketahui, Amerika memberlakukan aturan ekspor yang membuat Huawei tidak bisa lagi menggunakan chip mutakhir.

Akibatnya, Huawei terpaksa mengandalkan chipset Snapdragon yang di modifikasi hanya untuk jaringan 4G dan kehilangan konektivitas 5G yang sebenarnya.

AS melarang Huawei karena di anggap sebagai ancaman keamanan nasional dan di duga memiliki hubungan dengan Partai Komunis Cina. Kekhawatiran terfokus pada potensi Huawei membantu pemerintah Cina dalam spionase jika di minta.

Huawei Bersiap Kembali Hadirkan Ponsel 5G dengan Chipset Domestik

Namun, kabarnya Huawei akan menggunakan kemajuan dalam desain semikonduktor mereka sendiri.

Mereka juga berencana bermitra dengan Semiconductor Manufacturing International Co (SMIC), produsen chip utama di Cina.

Kolaborasi ini akan memungkinkan Huawei mendapatkan pasokan chip 5G di dalam negeri,

yang penting untuk perangkat andalan mereka di masa depan.

Meskipun Huawei menolak untuk memberikan komentar, potensi kembalinya mereka ke pasar ponsel

5G akan menjadi kemenangan yang signifikan. Setelah melalui hampir tiga tahun kesulitan, Huawei

berusaha untuk bangkit kembali. Dalam tahun 2020, mereka mencapai pendapatan tertinggi sebesar

US$ 67 miliar, namun larangan Amerika membuat pendapatan mereka turun hampir 50 persen pada tahun berikutnya.

Walaupun prospeknya tampak menjanjikan, ada peringatan dari para ahli industri bahwa produksi chip

5G di dalam negeri mungkin akan menghadapi tantangan. Semikonduktor yang dihasilkan

menggunakan alat EDA Huawei dan produksi SMIC bisa memiliki tingkat hasil yang relatif rendah, yaitu sekitar 50 persen.

Meskipun demikian, Huawei tetap bertekad mengatasi tantangan ini dan merebut kembali posisinya sebagai pemain utama di pasar ponsel 5G yang kompetitif.

Rilidigital
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sudin Sosial Salurkan 515 Bantuan Fisik di Jakbar

18 Desember 2023 - 22:30 WIB

Sudin Sosial Salurkan 515 Bantuan Fisik di Jakbar

HUT DWP ke-24, Sekda Apresiasi Kontribusi DWP dalam Penguatan Peran Perempuan di Indonesia

18 Desember 2023 - 22:27 WIB

HUT DWP ke-24, Sekda Apresiasi Kontribusi DWP dalam Penguatan Peran Perempuan di Indonesia

Jelang Libur Natal, Pemudik Memadati Terminal Bus Kampung Rambutan

18 Desember 2023 - 22:21 WIB

Jelang Libur Natal, Pemudik Memadati Terminal Bus Kampung Rambutan

Perbaikan Lima Sarana Olahraga di Jakbar Rampung

14 Desember 2023 - 13:09 WIB

Perbaikan Lima Sarana Olahraga di Jakbar Rampung

Cek Fakta Klaim Anies: Siapakah Mega Suryani Dewi?

12 Desember 2023 - 23:31 WIB

Cek Fakta Klaim Anies: Siapakah Mega Suryani Dewi?

Prabowo Terkunci dalam Debat Panas dengan Anies

12 Desember 2023 - 23:23 WIB

Prabowo Terkunci dalam Debat Panas dengan Anies
Trending di Berita